Rabu, 22 Maret 2017

Hanya pandangan orang bodoh kok ini! -Opo iku demo???



22 September 2016
Tulisan ini hanya tulisan deklarasi kebodohan saya dan juga tulisan ini akan menonjolkan sikap ketidak pekaan saya terhadap lingkungan masyarakat –mungkin, dan mengkritik beberapa golongan serta fenomena. So ketika kalian membenci orang yang bodoh dan juga terlalu emosian atau tidak peka terhadap masyarakat, silahkan tinggalkan tulisan ini saat ini juga.. haha

Karena tulisan ini hanya akan berisi pandangan subjektif saya sebagai orang yang mengalami gejolak emosi selama ini. Sebenarnya tulisan ini hanya bersifat untuk melepaskan kejengahan saya selama ini, singkatnya mungkin.... ‘curhat’? haha


Tulisan ini tentu menjadi tulisan yang bebas dikritik dan butuh diberikan kejelasan karena seperti yang dikatakan di atas bahwa saya hanya orang bodoh yang tentu membutuhkan orang lain –siapapun itu, untuk memberikan kejelasan atas kebodohan yang menyelimuti otak saya. Mungkin membeberkan tentang pandangan kalian sendiri tentang hal yang akan saya paparkan.

Berawal saat saya masih sekolah di bangku menengah pertama, ketika pertama kali merasakan yang namanya unjuk rasa peduli Rakyat Palestina, kala itu saya menjadi orang bodoh yang kesal sendiri di tengah-tengah kerumunan orang yang berteriak di pertigaan pusat kota, matahari tepat berada diatas kepala kami, suara-suara menggema yang –mungkin bagi banyak orang sangat menggetarkan jiwa, namun bagi saya yang saat itu tengah kesal dengan panasnya terik matahari serta banyaknya pertanyaan muncul di otak membuat semua teriakan itu tak sedikitpun menggetarkan hati. Saya hanya diam menilik kiri dan kanan saya, suasana jalan macet, polisi hanya diam menonton, saling berbisik ketika kami tengah berteriak teriak.

Saya tidak tahu apakah hal itu atau maksud saya tentang pemikiran saya selama ini mengharuskan saya menanyakan pada diri saya sendiri tentang, dimana letak imanku? Atau dimana letak kepedulianku? Aku hanya tidak bisa menerima semua yang mereka lakukan sampai saat ini atau apa yang pernah aku lakukan dulu.

Aku hanya mempunyai pemikiran sederhana dan juga selalu bodoh.

Setiap orang punya cara mereka sendiri memproklamirkan kepedulian mereka, ada yang dengan unjuk rasa di jalan  atau ada yang dengan tulisan, atau mungkin hanya kesal saja. Kalian bebas melakukan apapun. Aku tidak berhak menyalahkan –dan mungkin tidak berhak menilai, hanya saja manusia adalah manusia yang gemar menjudge. I think I am normal. Haha

Baru-baru ini, ah tidak tadi malam sebenarnya saya mendapat broadcast di salah satu grup diskusi di medsos, tentang unjuk rasa peduli Petani Majalengka. Saya bukan bermaksud menyalahkan sikap kepedulian beberapa kelompok orang yang unjuk rasa tersebut hanya saja jika harus menarik manfaat dari unjuk rasa tersebut, saya sedikitpun tak mendapat manfaatnya, kecuali kepuasan hati bisa merealisir rasa peduli. Haha (hey, ini pandangan saya. Silahkan tertawakan kebodohan saya jika memang ini lucu!)

Menilik pada kasus ini tentang unjuk rasa peduali Petani Majalengka yang dilakukan beberapa golongan organisasi mahasiswa di 0 KM, Yogyakarta, saya tidak menyalahkan, hanya saja bagi saya kurang tepat saja. Mengapa harus unjuk rasa ketika kepedulian kalian sebenarnya bisa dilakukan langsung di garis terdepat bersama para petani? Hey, bagi saya itu hanya menguras tenaga saja, orang-orang hanya melihat dan berlalu, atau sebagian melihat dan menanggapi lalu lupa. Unjuk rasa di Jogja, sudah seperti lalab penyempurna makanan khas orang-orang Indonesia. Polisi Jogja saja tertawa-tawa melihatnya, beberapa bahkan menjadikannya lelucon dan bertanya “Mba kapan (Nama instansi) demo lagi?”, hahaha

Begitupun ketika aku memutar memoriku pada unjuk rasa yang dilakukan saat aku masih di sekolah menengah pertama tentang peduli terhadap Rakyat Palestina, bukankah sebenarnya lebih baik menggelontorkan uang untuk dikirimkan ke sana dari pada berpanas-panas ria di bawah terik matahari, berteriak-teriak sedangkan para polisi hanya diam di sisi, mencoba menertibkan pengunjuk rasa agar tidak mengganggu lalu lintas.

Aku secara pribadi mendukung unjuk rasa atau demo yang kalian lakukan atas nama kepedulian atau untuk kebaikan bersama. Hanya saja jika tempatnya salah –dalam perspektif saya, saya tidak setuju.
Jika saya harus mengungkit demo pada saat penurunan Soeharto atau unjuk rasa 4 November yang bagi saya dilakukan di tempat yang benar saya setuju saja. Dan apa yang mereka lakukan di tanggapi dengan benar dan cepat. Terlepas dari esensi kebenaran masalah sebenarnya, saya tidak menekankan pada kebenarannya. Saya hanya menekankan pada cara mereka. Demo Seoharto mendapatkan hasil yang bagus, demo 4 november pun juga mendapat tanggapan yang cepat walaupun entah tanggapan itu hanya untuk menangkan sebagian masyarakat saja atau bukan.

Saran saya sih jika akan melakukan demo lebih baik langsung ke tempatnya saja, berbaris di garis pertama, bagi saya sih itu lebih terhormat dan memuaskan. Dari pada melakukan unjuk rasa dan demo di tempat yang berbeda dengan TKP dimana kejadian sebenarnya terjadi. Menganggu ketertiban juga. hahaha

Satu contoh lagi demo yang tidak membuahkan hasil, demo penurunan Jokowi beberapa bulan yang lalu, oh comeon! Saya pikir akan dilakukan di satu tempat, tapi ternyata dilakukan di beberapa tempat. Merusak beberapa sarana di beberapa tempat, membuat kemacetan di beberapa tempat juga. Dan yang lebih penting sedikitpun tak membuahkan hasil. -_-

Silahkan berdemo atau unjuk rasa namun lebih baik langsung di tempatnya, membantu yang memang perlu dibantu. Entah itu kasus kepedulian Palestina yang menurut saya lebih baik dibantu secara materi dan tenaga dulunya, atau kasus Majalengka yang masih panas-panasnya yang sebenarnya lebih membutuhkan barisan lebih kuat. Atau tentang kasus yang sudah berlalu tentang penurunan Jokowi yang tak berhasil karena tidak didemo seperti cara masa Soeharto.

Well ini hanya pandangan saya saja, tentunya sebagai orang bodoh seperti di judul postingan. See ya di curhatan curhatan yang lainnya. Wkwk..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

First Time Post, Welcome Everyone!!

Yeaahh.. akhirnya punya keberanian juga buat posting posting tulisan. hehe SELAMAT DATANG!!! Pertama tama, aku mau ngucapin selama...

Follow Us @soratemplates